Mending Mana, Lampu Dim atau Klakson Saat Nyalip
Klakson dan lampu dim pada motor atau mobil jadi alat komunikasi non verbal pengendara di jalan raya untuk memberi peringatan atau kode tertentu ke pengendara atau pengguna jalan lainnya.
Dua alat ini juga sering dimanfaatkan ketika sedang ingin mendahului pengendara lain atau menyalip, untuk memberi tahu pengendara yang ada didepan bahwa kendaraan dibelakang sedang ingin menyalipnya. Tapi, sebenarnya alat mana sih yang paling tepat digunakan ?
Sejatinya fungsi dari kedua alat tersebut sama, Itu tergantung pada kondisi jalan raya dan soal waktu. Singkatnya, jika siang lebih baik gunakan klakson dan ketika malam gunakan lampu dim (lampu jarak jauh).
Klakson
Saat gunakan klakson pun pengendara harus tetap menjaga etika berkendara agar tidak mengganggu dan berpotensi menimbulkan keributan yang tidak di inginkan.
Gunakan klakson cukup sekali tekan dan tidak berlebihan. Sebab suara klakson bisa menimbulkan banyak arti yang tak sedikit orang bisa salah mengartikannya dan menimbulkan keributan. Apalagi jika menggunakan klakson yang di modifikasi dengan suara suara tertentu.
Selain itu, meskipun ketika kamu sedang terburu-buru dan kondisi jalan sedang ramai, kamu mesti tetap jaga etika, nggak asal klakson dan memaksakan untuk membunyikan klakson berkali-kali yang bisa menyulut emosi pengendara lain serta bersabar menunggu moment yang aman buat nyalip.
Hindari juga membunyikan klakson ketika berada di dekat rumah ibadah dan pada pejalan kaki. Jika memang sangat diperlukan, cukup bunyikan sekali saja agar tidak mengagetkan.
Lampu Dim
Ketika berkendara di malam hari, sebaiknya hindari penggunaan klakson kecuali memang benar-benar dibutuhkan, terutama di area perumahan warga. Bunyi klakson bisa mengganggu warga yang beristirahat. Gunakan saja lampu dim saat ingin menyalip.
Fungsi lampu dim yang sebenarnya adalah sebagai alat pencahayaan ketika berada di tempat yang gelap untuk memperluas cahaya dan pandangan pengendara ditempat yang minim pencahayaan.
Namun, penggunaan lampu dim juga harus memperhatikan etika berkendara agar tidak mengganggu orang lain.
Gunakan lampu dim seperlunya saja dan jangan berlebihan ketika ingin menyalip, sebab itu bisa bikin silau mata orang lain yang berpotensi mengganggu.
Cukup gunakan sekali dua kali kedipan saja, yang penting tujuan komunikasi kita sudah tersampaikan bahwa ada pengendara lain dibelakang yang sedang ingin menyalip atau memberikan kode tertentu.
Dengan mengetahui kegunaan kedua alat tersebut, di harapkan pengendara bisa memanfaatkan dan menggunakannya secara bijak dengan tetap menjaga etika berkendara sehingga tidak mengganggu orang lain yang berpotensi menimbulkan hal yang tak di inginkan serta tetap aman dan nyaman di jalan. Jangan lupa selalu patuhi aturan lalu lintas ya.. Semoga bermanfaat.